LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (ALKALOID)
VII. Data Pengamatan
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Dimasukkan
55 mg teh ke dalam 35ml air suling+batu didih kedalam gelas kimia dan ditutup
dengan kaca arloji kemudian dipanaskan, setelah 5 menit hentikan pemanasan |
Tujuan
ditambahkan batu didih untuk meratakan panas. Tujuan
ditutup dengan kaca arloji agar uap panas tidak keluar |
Larutan
berwarna coklat tua |
|
2 |
Didinginkan
dalam wadah yang berisi es batu selama beberapa menit, kemudian ditambahkan
1gr natrium karbonat dan digoyangkan |
Fungsi
didinginkan agar larutan cepat digin Tujuan
ditambahkan natrium bikarbonat untuk bereaksi dengan semua tannin yang ada
dalam teh sehingga terbentuk garam tannin (anion fenolik) |
Larutan
berwarna coklat muda |
|
3 |
Larutan
tadi dimasukkan kedalam corong pisah+30ml diklorometana+35ml air suling dan
dikocok |
Tujuan
dilakukan pengocokan agar kandungan kafein dalam ekstrak teh dapat larut
sempurna dalam diklorometana |
Terbentuk
dua lapisan, lapisan atas berwarna coklat tua dan lapisan bawah berwarna
coklat muda |
|
4 |
Didalam gelas kimia
lain masukkan 35ml air suling+bungkus teh yang diawal tadi kemudian
dipanaskan, setelah dipanaskan selama 5menit angkat gelas kimia tersebut dan
dinginkan sekitar 20-25 menit didalam wadah yang berisi es batu |
Tujuan didinginkan
agar larutan cepat dingin |
Larutan berwarna
coklat tua |
|
5 |
Lapisan yang paling
bawah dalam corong pisah tadi masukkan kedalam 3 tabung sentrifugal |
Tujuan dipindahkan
agar didapat larutan diklorometana yang mengandung kafein |
Terbentuk 2 lapisan,
lapisan atas coklat tua dan lapisan bawah coklat muda |
|
6 |
Sisa larutan dalam
corong pisah tadi ditambahkan 30ml diklorometana dan digoncang, setelah
terbentuk 2 lapisan , lapisan bawah dipisahkan kedalam gelas kimia dan
lapisan atas kedalam gelas kimia lain |
Tujuan ditambahkan
dikloro metana untuk melarutkan sisa kafein yang masih terdapat dalam ekstrak
teh |
Terbentuk 2 lapisan,
lapisan atas coklat tua dan lapisan bawah putih keruh |
|
7 |
Larutan
yang didinginkan dalam es batu ditambahkan 1gr natrium karbonat kemudian
disaring dengan kapas dan dimasukkan kedalam corong pisah, sisa padatan
ditambah 30ml diklorometana dan digoncangkan |
Ditambahkan
diklorometana untuk membilas padatan yang tersisa digelas kimia dan bertindak
sebagai pelarut dalam proses pemisahan |
Terbentuk
2 lapisan, lapisan atas coklat tua dan lapisan bawah coklat muda |
|
8 |
Larutan
dalam tabung sentrifugal tadi dimasukkan kedalam tempat untuk
menyentrifusinya |
Tujuan
dimasukkan dalam tempat menyentrifusi untuk menyempurnakan proses pemisahan |
Terdapat
2 lapisan |
|
9 |
Diambil
larutan atas dengan pipet tetes masukkan dalam tabung sentrifugal dan lapisan
bawah masukkan dalam gelas kimia |
Tujuan
nya agar larutan terpisah |
Terdapat
2 larutan |
|
10 |
Lapisan
bawah dalam corong pisah masukkan kedalam tabung sentrifugal, sedangkan
lapisan atas ditambahkan 30ml diklorometana dan digoncang , setelah terbentuk
2 lapisan, lapisan bawah dipisahkan |
Tujuan
ditambahkan diklorometana ialah untuk melarutkan kafein yang masih ada
didalam ekstrak teh |
Terbentuk
2 lapisan, atas coklat tua dan lapisan
bawah coklat muda |
|
11 |
Masukkan
tabung sentrifugal kedalam tempat menyentrifusi |
Tujuannya
untuk menyempurnakan pemisahan |
Terdapatlah
2 larutan yang dipisahkan |
|
12 |
Setelah
semua nya dipisahkan larutan pada lapisan bawah berwarna coklat muda tadi
ditambahkan dengan natrium sulfat lalu diaduk |
Tujuan
ditambahkan natrium sulfat untuk membersihkan gumpalan2 berwarna coklat |
Natrium
sulfat tidak larut. Larutan tersebut menjadi warna kuning. |
|
13 |
Larutan
dipindahkan kedalam labu bulat dengan menggunakan corong yang disumbat dengan
kapas lalu padatan yang tidak tercampur ditambahkan dengan diklorometana |
Tujuan
disumbat dengan kapas agar padatan yang tidak larut tadi tidak tercampur
dengan larutan. Tujuan
ditambahkan diklorometana untuk membilas padatan yang tersisa pada gelas
kimia. |
Terdapat
larutan berwarna kuning bening |
|
14 |
Larutan
diekstraksi menggunakan alat rotary evaporator kemudian ditimbang |
Tujuan
nya untuk memisahkan suatu larutan dari pelarut sehingga dihasilkan ekstrak. |
Didapatkan
0,106 gr kafein |
|
15 |
Selanjutnya
labu bulat tadi diletakkan diatas mantel pemanas kemudian ditambahkan etanol
lalu diaduk, setelah itu dipindahkan kedalam tabung reaksi menggunakan pipet
tetes |
Tujuan
ditambahkan etanol sebagai pelarut untuk proses rekristalisasi |
Larutan
menjadi warna kuning keruh |
|
16 |
Larutan
tersebut dimasukkan kedalam ice bath
selama 5 menit lalu disaring dengan menggunakan vakum |
Tujuan
dimasukkan kedalam ice bath agar mempercepat terbentuknya kristal. Tujuan
menggunakan vakum untuk mempercepat proses penyaringan |
Terbentuk
kristal yang tertahan pada kertas saring |
|
17 |
Ditimbang kristal yang tertahan pada kertas saring |
Tujuan
nya agar mengetahui berapa produk yang didapatkan |
Diperolehlah
kristal sebanyak 0,035 gr |
|
18 |
Selanjutnya
diulangi sisa dari penyaringan didalam gelas kimia tadi ditambahkan etanol
lalu dipanaskan menggunakan mantel pemanas setelah itu dipindahkan kedalam
tabung reaksi menggunakan pipet tetes |
Tujuan
ditambahkan etanol sebagai pelarut untuk proses rekristalisasi |
Larutan
berwarna kuning keruh |
VIII. Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan
pengamatan terhadap video percobaan isolasi senyawa bahan, pada percobaan ini
golongan senyawa alkaloid. Pada percobaan ini digunakan teh sebagai bahan utama
yang nantinya akan diekstraksi kandungan alkaloidnya. Dimana senyawa golongan
alkaloid yang terdapat dalam teh ialah kafein. Teh yang digunakan pada
percobaan ini merupakan teh kantong/celup dimana digunakan sebanyak 2 kantong
teh.
Sebanyak 55 mg teh dimasukkan
kedalam gelas kimia berisi 35 ml air, lalu dimasukan batu didih dan gelas kimia
ditutup dengan kaca arloji kemudian larutan dipanaskan selama 5 menit.
Penambahan batu didih sendiri bertujuan agar pemanasan yang dilakukan merata
sedangkan penutupan menggunakan kaca arloji disini bertujuan agar uap panas
selama proses pemanasan tidak keluar/menguap sehingga volume larutan tetap
konstan. Hasil yang didapatkan larutan berwarna coklat tua. Kemudian setelah
pemanasan selesai gelas kimia didinginkan dalam wadah berisi es batu hal ini
agar larutan dapat cepat dingin. Setelah dingin ditambahkan 1 gr natrium
karbonat agar tanin dalam ekstrak teh dapat bereaksi dengan natrium karbonat
dan terbentuk garam tanin. Akibat hal ini warna larutan berubah warna menjadi
coklat muda. Larutan kemudian dimasukan kedalam corong pisah dan ditambahkan
dengan 30 ml diklorometana dan 35 ml air suling yang mana keduanya merupakan
pelarut yang tidak saling bercampur. Kemudian corong pisah dikocok agar kandungan
kafein dalam ekstrak teh dapat larut didalam diklorometana. Setelah terbentuk
dua lapisan dimana lapisan atas merupakan larutan teh dalam air dan lapisan
bawah merupakan diklorometana yang mengandung kafein. Lapisan bawah dimasukkan
kedalam tabung sentrifusi, yang kemudian dimasukian kedalam alat sentrifusi
untuk memisahkan sisa larutan teh dengan diklorometana yang mengandung kafein.
Larutan sisa teh dipisahkan dan ekstrak diklorometana yang mengandung kafein
dimasukan dalam gelas kimia.
Sementara itu teh sisa pelarutan
pertama dimasukan kedalam 35 ml air suling dipanaskan selama 5 menit lalu
didinginkan seperti pada tahap awal sebelumnya. Setelah dingin kemudian
ditambahkan lagi dengan 1gr natrium karbonat. Kemudian hasilnya disaring dan
dimasukkan kedalam corong pisah sebelumnya. Ditambahkan dengan 30 ml diklorometana
untuk melarutkan sisa kafein yang masih terdapat dalam larutan teh. Kemudian
lapisan bawah dalam corong pisah dimasukan dalam tabung sentrifusi dan
dilakukan proses sentrifusi agar hasil pemisahan lebih sempurna. Kemudian hasil
ekstrak diklorometana yang mengandung kafein digabungkan dalam wadah sebelumnya
yang berisi ekstrak diklorometana juga. Kemudian larutan ekstrak diklorometana
ini ditambahkan dengan natrium sulfat yang berfungsi untuk membersihkan
gumpalan coklat yang masih ada didalam larutan ini. Kemudian larutan disaring
dan dimasukan kedalam labu bulat untuk dilakukan ekstraksi menggunakan alat
rotary evaporator hingga semua pelarut menguap. Setelah itu labu ditimbang
bersama dengan ekstrak yang menempel pada dinding labu. Didapatkan massa kotor
kafein sebanyak 0,106 gr, lalu ekstrak ini dilarutkan menggunakan etanol untuk
dilakukan proses rekristalisasi. Kemudian larutan ini dipindahkan kedalam
tabung reaksi yang kemudian didinginkan didalam ice bath selama 5 menit. Lalu
hasilnya disaring dan kristal yang terbentuk ditimbang didapat kristal kafein
sebanyak 0,035 gr. Kemudian filtrat sisa penyaringan tadi dilarutkan dalam
etanol kemudian dipanaskan dan dipindahkan kedalam tabung reaksi. Larutan
kemudian didinginkan dalam ice bath lalu hasilnya disaring menggunakan kertas
saring. Pada proses rekristalisasi ini didapatkan kristal kafein sebanyak 0,011
gr. Sehingga total kristal kafein yang didapatkan sebanyak 0,046 gr atau 46 mg.
Dari hasil tersebut dapat ditentukan besar persen ekstrak kafein yang
didapatkan yaitu :
Massa Sampel = 55 mg
Massa Ekstrak kafein = 46 mg
IX. Pertanyaan Pascapraktikum
1. Mengapa
kandungan tanin didalam teh harus dipisahkan terlebih dahulu dengan
mereaksikannya dengan natrium karbonat ?
2. Mengapa
pemisahan larutan digunakan alat sentrifusi pada percobaan ini?
3. Apakah
Pelarut diklorometana yang digunakan untuk memisahkan kafein dengan larutan teh
pada percobaan ini dapat diganti dengan pelarut lain, jika bisa berikan contoh
pelarutnya?
X.
Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Teknik-teknik
isolasi bahan alam khususnya senyawa alkaloid dapat dilakukan dengan :
ekstraksi, kromatografi, dan mereaksikannya dengan menggunakan reagen tertentu
2. Alkaloid
apabila direaksikan dengan pereaksi meyer akan membentuk endapan kuning.
Apabila alkaloid direaksikan dengan pereaksi dragendorf akan membentuk endapan
putih.
XI. Daftar Pustaka
Irwandi, D. (2014). Eksperiment's of Organic
Chemistry. Jakarta: FITE UIN Press.
Muderawan. (2002). Kimia
Organik. Jakarta: Erlangga.
Murtono. (2009).
Kandungan Kafein dan Karakteristik Morfologi Pucuk ENam Genotipe Teh. Jurnal
Nasional Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Vol. 2.
Ningrum, R., Purwanti, E., & Sukarsono. (2016). Identifikasi Senyawa Alkaloid dari Batang Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) Sebagai Bahan Ajar Biologi Untuk SMA Kelas X. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia , 231-236.
Tim
Penuntun Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 1. Tujuan ditambahkan natrium bikarbonat untuk bereaksi dengan semua tannin yang ada dalam teh sehingga terbentuk garam tannin (anion fenolik). Jadi senyawa kafein yang terdapat dalam teh dapat terpisah dengan senyawa lainnya seperti tanin.
BalasHapusSaya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 2. Digunakan alat sentrifugasi karna Metode alat sentrifugasi ini digunakan untuk memisahkan zat cair yang tidak memiliki daya larut. Terimakasih
BalasHapusYa bisa pelarut diklorometana disini bisa digantikan dengan diklorometana Ryana yang kedua nya samasama berfungsi untuk memisahkan kafein .
BalasHapus