JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT & BENZIL ALKOHOL

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT & BENZIL ALKOHOL”

 

 

NAMA    :    ERIK SURYA KURNIAWAN

NIM         :    A1C118027

 

DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


Percobaan 5

I.          Judul                 :  Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat & Benzil Alkohol

II.       Hari/Tanggal     :  Kamis/ 12 November 2020

III.     Tujuan               :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Untuk memahami reaksi oksidasi dan reduksi

2.      Untuk memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat

3.      Untuk mempelajari cara pembuatan asam benzoat dan benzil alkohol

 

IV.    Landasan Teori

 Asam benzoat memiliki bau menyengat, berwarna putih dan memiliki wujud padat. Asam benzoat memiliki titik leleh antara 122-123oC. Senyawa ini banyak digunakan sebagai pengawet makanan dan obat dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa Benzil alkohol tidak berwarna dan memiliki wujud cair pada kondisi suhu kamar. Asam benzoat dan benzil alkohol dapat dibuat dari reaksi antara benzaldehid dan basa kuat yang dipanaskan. Benzaldehida merupakan aldehida yang memiliki gugus karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

Senyawa aldehida dapat mengalami reaksi oksidasi dan reduksi apabila tidak memiliki hidrogen  , yang mana senyawa aldehida ini ditambahkan dengan basa kuat. Senyawa aldehida ketika teroksidasi maka akan membentuk asam, sedangkan apabila tereduksi akan membentuk alkohol primer, yang mana reaksi ini dikenal dengan reaksi cannizaro. Tahap pertama dari reaksi cannizaro ini ialah adisi gugus ion –OH kedalam senyawa aldehid menghasilkan senyawa hidrida yang baik (March, 2001).

Reaksi cannizaro merupakan reaksi disproporsional, yaitu reaksi redoks yang mana oksidator dan reduktornya ialah senyawa yang sama. Oleh karena itu, produk nantinya perlu dipisahkan dengan metode ekstraksi. Metode ini menggunakan prinsip distribusi zat terlarut yang akan dipisahkan dalam dua pelarut yang tidak saling bercampur. Proses ekstraksi ini bergantung kepada volume dari kedua pelarut yang digunakan (Sunardi, 2004).

Asam benzoat dalam kehidupan sehari-hari biasanya digunakan sebagai pengawet makanan. Asam benzoat ini memiliki bentuk padatan berwarna putih, yang mana asam benzoat ini merupakan karboksilat aromatik sederhana. Reaksi oksidasi dari alkohol primer dibantu dengan oksidator kuat dalam hal ini ialah KMnO4. Produk oksidasi dari reaksi cannizaro ialah asam karboksilat dan residu berupa alkohol (Pratama, 2017).

Benzil alkohol ialah senyawa yang memiliki gugus hidroksi, dimana gugus ini terikat pada gugus benzil. Benzil alkohol ini memiliki sifat tidak berbau dan berwarna, berbentuk cair dan apabila jika terkena kulit maka akan terasa seperti terbakar. Benzil alkohol memiliki titik didih sebesar 205oC. Benzil alkohol merupakan senyawa yang hanya dapat larut dalam Benzena, Kloroform, Alkohol, Eter dan pelarut sejenisnya (Firdaus, Ibrahim, & Megawati, 2017).

 

V.      Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Erlenmeyer 250 ml

27 gr KOH padat

Termometer

20 ml Larutan Natrium Bisulfat

Labu destilasi

5 gr MgSO4

Pendingin air

29 ml Benzaldehid

Corong pisah

10 ml larutan natrium karbonat

Labu alas datar 300 ml

75 ml Asam Klorida Pekat

 

120 ml Eter

 

VI.    Prosedur Kerja

·  Pertama-tama, dilarutkan 27 gram Kalium Hidroksida menggunakan 25 ml air didalam Erlenmeyer, kemudian larutan ini dimasukan kedalam labu alas datar yang telah diisi 29 ml benzaldehid, lalu larutan dikocok dan didiamkan selama 10 jam

·    Ditambahkan air sebanyak 110 ml kedalam labu untuk melarutkan endapan kalium benzoat yang terbentuk.

·      Larutan kemudian dimasukkan kedalam corong pisah untuk dilakukan ekstraksi, dimana proses ekstraksi pada percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali, dimana masing masing tahapan ekstraksi ditambahkan 30 ml eter.

·    Setelah proses ekstraksi selesai larutan yang terdapat didalam eter dilakukan destilasi hingga sisa volumenya 300 ml, dimana proses destilasi ini bertujuan untuk memisahkan eter dari campuran produk.

·    Dikocok sisa destilasi kemudian ditambahkan 5 ml larutan jenuh natrium bisulfat, fungsinya ialah agar sisa benzaldehid tidak ada lagi.

·         Larutan dicuci dengan menggunakan 10 ml natrium bikarbonat dan dikeringkan menggunakan 5 gr anhidrida magnesium sulfat.

·     Larutan kemudian disaring dan destilatnya didestilasi kembali, proses destilasi dilakukan hingga didapatkan destilat benzaldehid pada suhu 200-206oC dan dicek kemurnian hasil dengan melihat indeks bias.

·      Larutan yang terdapat didalam air ditambahkan dengan kalium benzoat, selain itu ditambahkan asalm klorida 75 ml, air sebanyak 75 ml, proses ini dilakukan sambil dilakukan pengadukan

·   Lalu kedalam campuran tersebut ditambahkan es sebanyak 100 gram, maka akan terbentuk endapan dari asam benzoat

·    Hasil endapan kemudian dicuci menggunakan air dan  diuapkan kristal asam benzoat, dan di periksa titik leleh dari produk yang didapatkan

Link video :

VIDEO PEMBUATAN ASAM BENZOAT

Pertanyaan :

1.      Dalam percobaan ini digunakan Kalium Hidroksida, apakah fungsi dari KOH pada percobaan ini ?

2.      Mengapa proses ekstraksi pada percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali ekstraksi ?

3.      Proses pemisahan produk dilakukan menggunakan corong pisah dimana setiap selesai dilakukan ekstraksi ditambahkan eter. Apakah fungsi eter pada proses pemisahan ini ?

Komentar

  1. Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 1. Kalium hidroksida (KOH) yang digunakan dalam percobaan ini berfungsi sebagai katalis basa penyumbang OH- yang akan berikatan dengan karbon karbonil dari aldehid dan membentuk anion dari benzaldehid.

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalagan no 2, Dimana, adanya proses ekstraksi berulang ini dilakukan untuk memisahkan senyawa yang mempunyai perbedaan kelarutan yang berbeda/ memisahkan senyawa yang tidak saling bercampur dikarenakan pada proses ini terbentuk dua lapisan larutan.Terimakasih

    BalasHapus
  3. Saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pertanyaan no 3 dari saudara.
    Fungsi eter sebagai pelarut, karena mempunyai tingkat kepolaran dan merupakan senyawa nonpolar

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM

JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT