PEMURNIAN GARAM DAPUR
Halo
chems.... pada postingan blog kali ini akan dijelaskan mengenai proses
pemurnian garam. Pasti banyak yang bingung nih, kok garam dimurnikan? Emang garam
kotor? Ya, sejatinya garam yang kita gunakan sehari-hari tidak hanya mengandung
satu jenis senyawa saja seperti yang kita kenal kandungan utama dari garam
dapur yaitu NaCl. Namun biasanya garam dapur yang kita konsumsi sehari-hari
belum murni dalam artian masih banyak mengandung senyawa/unsur lain didalamnya
seperti kandungan kalsium dan magnesium sulfat. Tenang aja kok chems kandungan
unsur lain dalam garam dapur ini terbilang sangat sedikit jadi masih aman untuk
dikonsumsi. Terus untuk apa dimurnikan lagi dong kali masih aman ? meskipun
terbilang aman hanya saja kehadiran senyawa lain tersebut dapat menurunkan
kualitas garam dapur utamanya menurunkan kandungan NaCl didalamnya.
Pada
kesempatan kali ini akan dijelaskan bagaimana sih proses pemurnian garam dapur
sehingga didapatkan garam dapur dalam keadaan murni. Sebelumnya perlu diketahui
bahwa proses pemurnian yang dijelaskan dalam blog ini merupakan proses
pemurnian garam dapur skala laboratorium ya chems. Oke kita langsung saja masuk
ketahapan dari pemurnian garam dapur ini. Proses pemurnian garam dapur ini
sendiri menggunakan prinsip rekristalisasi. Mungkin sebagian chems ada yang
udah tau apa itu rekristalisasi, jadi rekristalisasi sendiri merupakan proses
pemurnian suatu padatan dengan jalan melarutkan padatan tersebut kemudian
diberikan suatu perlakuan sehingga kandungan murni yang ingin didapatkan dapat
terpisah dengan unsur-unsur lain. Dimana pada percobaan ini yang akan
direkristalisasi merupakan garam dapur. Percobaan ini terbilang sederhana,
dimana garam dapur tersebut dilarutkan terlebih dahulu didalam air. Lalu larutan
garam dapur tersebut dialiri dengan gas HCl sehingga nantinya garam NaCl akan
mengendap pada dasar wadah. Meskipun dari segi konsep percobaan terbilang mudah,
hanya saja proses ini sedikit membutuhkan ketelitian utamanya dalam hal
pengaliran dan produksi gas HCl. Hal ini karena gas HCl berbahaya apabila
sampai terhirup oleh manusia secara langsung.
Gas
HCl sendiri dapat dibuat dengan mereaksikan larutan NaCl dengan larutan asam
sulfat tetes demi tetes. Agar proses pembuatan gas ini dapat berlangsung cepat
maka dapat dilakukan pemanasan selama prosesnya berlangsung. Proses ini
biasanya dilakukan dengan menggunakan labu destilasi dimana pada mulut labu diletakkan
corong pisah sebagai wadah larutan asam sulfat pekat. Sedangkan untuk labu
sendiri diletakkan pada mantel pemanas yang berfungsi untuk pemanasan larutan. Lalu
pada samping labu terdapat lubang yang nantinya akan dipasang kondensor sebagai
tempat mengalirnya gas HCl kedalam larutan garam dapur yang telah menunggu pada
ujung kondensor lain didalam erlenmeyer. Jadi nantinya ketika gas HCl mulai
terbentuk gas tersebut akan mengalir kedalam kondensor lalu masuk kedalam
erlenmeyer. Didalam erlenmeyer gas ini akan bereaksi dengan larutan garam dapur
sehingga nantinya akan terbentuk endapan putih pada dasar erlenmeyer. Endapan ini
lah yang merupakan garam dapur (NaCl) dalam keadaan murni. Karena gas HCl terus
mengalir kedalam erlenmeyer akan menyebabkan kelebihan gas HCl didalam
erlenmeyer. Oleh karena itu untuk mengatasi kelebihan gas HCl ini maka dari
erlenmeyer ini bisa disambungkan dengan erlenmeyer lain menggunakan suatu pipa
sehingga terjadi siklus pergantian gas HCl didalam erlenmeyer tersebut. proses
ini dilakukan secara terus menerus sampai endapan putih dalam larutan garam
berhenti untuk terbentuk. Jika pembentukan endapan telah berhenti maka proses
produksi gas HCl dapat dihentikan. Gas HCl selain mempengaruhi larutan garam
dapur dengan terbentuknya endapan putih, juga berpengaruh terhadap warna dari
larutan ini yang semula bening berubah warna menjadi kuning. Warna kuning ini
akibat terjadinya reaksi antara gas HCl yang berwarna kuning dengan larutan
garam dapur yang tak berwarna.
Setelah
didapatkan endapan putih, langkah selanjutnya ialah memisahkan endapan tersebut
dengan larutan garam dapur. Caranya yaitu dengan menyaringnya menggunakan
corong buchner yang telah dilapisi oleh kertas saring. Terkadang hasil saringan
ini masih terdapat larutan yang menempel pada kristal NaCl. Oleh karena itu ada
baiknya garam ini dicuci dengan menggunakan air dingin. Dicuci disini dalam
artian bahwa kristal NaCl tersebut disiram dengan air dingin dalam kondisi
masih didalam corong buchner. Setelah dirasa bersih selanjutnya kristal yang
didapatkan tersebut dikeringkan didalam oven pada suhu 200oC. Hal
ini bertujuan untuk menghilangkan sisa sisa air yang menempel pada kristal. Barulah
didapatkan kristal NaCl dalam keadaan murni dan kering tak mengandung air.
Agar para chems mengerti alur percobaan yang telah dijelaskan, kurang lebih proses ataupun rangkaian alat pada percobaan ini sebagai berikut :
*maaf
jika gambarnya kurang bagus
Mungkin
sekian penjelasan pemurnian garam dapur kali ini, semoga bermanfaat untuk
kalian semua yang telah membaca. Terima kasih atas kunjungannya chems........

Komentar
Posting Komentar