LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (STEROID & TERPENOID)
VII. Data Pengamatan
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Dipotong-potong
daun jeruk purut |
Untuk
memperkecil ukuran daun jeruk purut |
Didapatkan
daun jeruk purut kecil-kecil |
|
2 |
Ditimbang daun yang telah dipotong-potong
sebanyak 100 gr, lalu dimasukkan kedalam labu destilat dan ditambahkan 300 ml
air, dilakukan destilasi dengan suhu 40oc |
Untuk memisahkan minyak atsiri
dan air |
Didapatkan minyak atsiri
sebanyak 1,2 ml |
|
3 |
Dilakukan identifikasi senyawa
dengan metode Kromatografi Lapis tipis (KLT), bagian atas bejana diolesi oleh vaselin dan dimasukkan etil
asetat dan n heksana, lalu dimasukan kertas penjenuh, kemudian bejana ditutup
dengan kaca |
Diolesi vaselin agar udara
tidak keluar saat bejana ditutup Etil asetat dan n heksana
berfungsi sebagai fase gerak pada proses KLT Kertas penjenuhan untuk melihat
sejauh mana proses penjenuhan |
Didapatkan kertas penjenuhan
telah basah semua yang menandakan bejana telah jenuh |
|
4 |
Ditotolkan
sampel dan isolat baku pada silica gel, lalu dimasukan kedalam bejana |
Untuk
memisahkan komponen pada sampel dan isolate baku |
Didapatkan
fase gerak mencapai batas akhir dan komponen dari sampel dan isolate yang
ikut begerak bersama pelarut |
|
5 |
Dimati hasil pemisahan pada
silica gel menggunakan sinar UV 254 lalu digambar spot yang muncul pada
kertas kalkir, lalu disemprot dengan reagen vanillin etanolik dan H2SO4,
dikeringkan dan dimasukkan kedalam oven |
Disinari UV agar dapat dilihat
Spot yang terdapat pada silica gel Dilakukan penyemprotan
bertujuan untuk memecahkan senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh
sinar tampak Dimasukan dalam oven untuk
mengeringkan silica gel |
Didapatkan bercak/jejak
pemisahan dari sampel dan isolate baku yang berwarna pada silica gel |
VIII. Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan isolasi
senyawa terpenoid dari daun jeruk purut. Senyawa terpenoid yang diisolasi dari
daun jeruk purut berupa minyak atsiri. Minyak atsiri dalam tumbuhan biasanya
berfungsi sebagai zat pemberi aroma khas pada tumbuhan.
Sebelum proses isolasi minyak atsiri
dilakukan, daun jeruk purut terlebih dahulu dirajang/ dipotong-potong hingga
daun jerut purut menjadi kecil. Setelah itu kemudian daun yang telah dipotong
tersebut ditimbang sebanyak 100 gr untuk digunakan sebagai bahan isolasi. Daun
jeruk purut tersebut kemudian dimasukan kedalam labu destilat dan ditambahkan
dengan 300 ml air. Penambahan air ini berfungsi sebagai pelarut yang akan
melarutkan kandungan minyak atsiri didalam daun jeruk purut. Kemudian
dilanjutkan dengan proses destilasi dengan suhu 40oC hingga ekstrak
minyak atsiri dari daun jeruk purut didapat. Destilasi dilakukan untuk
mempercepat proses ekstraksi minyak atsiri dan juga untuk memisahkan ekstrak
minyak atsiri dari pelarut yang digunakan yaitu air. Setelah beberapa lama
dilakukan destilasi didapat ekstrak minyak atsiri sebanyak 1,2 ml.
Untuk mengidentifikasi hasil dari
minyak atsiri yang didapatkan dilakukan proses identifikasi dengan menggunakan
metode KLT. Dimana sebelum proses KLT dilakukan maka perlu disiapkan wadah
untuk melakukan proses pemisahan dengan KLT. Mula-mula diolesi terlebih dahulu
mulut bejana dengan menggunakan vaselin yang berfungsi agar saat bejana dapat
tertutup dengan rapat. Lalu dimasukan etil asetat dan n heksana yang berfungsi
sebagai fase gerak dalam proses KLT. Lalu kedalam bejana tersebut dimasukan
kertas penjenuhan sebagai indikator sejauh mana penjenuhan telah berlangsung.
Setelah itu bejana ditutup dengan kaca agar uap dari fase gerak tidak keluar
dari bejana. Bejana tersebut kemudian didiamkan hingga kertas penjenuhan basah
sepenuhnya yang menandakan bahwa bejana telah benar-benar jenuh. Disiapkan
silica gel yang kemudian ditotol dengan sampel minyak atsiri hasil isolasi dari
daun jeruk purut dan isolat baku. Selanjutnya silica gel yang telah ditotol
tersebut dimasukan kedalam bejana yang telah jenuh. Didiamkan hingga pemisahan
sampel dan isolat baku mencapai ujung silica gel. Setelah itu dikeluarkan dan
dilakukan pengamatan menggunakan uv 254 dan digambar spot yang terlihat menggunakan
kertas kalkir. Pengamatan dilakukan dengan UV karena warna yang terdapat dari
zat sampel belum dapat dilihat oleh mata. Apabila pengamatan dengan menggunakan
UV selesai dilakukan silica gel kemudian disemprot dengan reagen vanilin
etanolik dan H2SO4 secara bergantian. Fungsi dari
penyemprotan kedua reagen tersebut ialah untuk memecahkan senyawa pada silica
gel agar dapat diamati pada sinar tampak. Dilakukan pengeringan dari silica gel
yang telah disemprot sehingga didapatkan silica gel kering dan terlihat bercak
berwarna pada silica gel tersebut yang merupakan hasil pemisahan dari sampel
dan isolat baku.
IX.
Pertanyaan Pascapraktikum
1. Mengapa
pelarut yang digunakan pada proses isolasi minyak atsiri pada percobaan ini
ialah air, padahal minyak atsiri tidak larut dalam air ?
2. Bagaimanakah
pengaruh suhu yang digunakan saat proses destilasi terhadap hasil minyak atsiri
yang didapatkan?
3. Selain
minyak atsiri adakah kandungan senyawa bahan alam lain yang terkandung didalam
daun jeruk purut ?
X.
Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Teknik-teknik
isolasi bahan alam khususnya senyawa alkaloid dapat dilakukan dengan maserasi
atau ekstraksi. Namun yang lazim digunakan pada isolasi steroid dan terpenoid
ialah teknik pemisahan maserasi.
2. Untuk
mengetahui sifat-sifat dari senyawa steroid dan terpenoid dilakukan uji dengan
menggunakan pereaksi Liberman-Buchard.
Dimana apabila suatu larutan ditambahkan dengan pereaksi Liberman-Buchard dan
terbentuk warna hijau menandakan bahwa larutan tersebut mengandung steroid,
namun jika warna yang ditimbulkan merah/merah jingga maka larutan tersebut
mengandung terpenoid.
XI. Daftar Pustaka
Heliawati, L. (2018). Kimia Organik Bahan Alam.
Bogor: UNPAK Press.
Ilyas, A. (2013). Kimia
Organik Bahan Alam. Makassar: UIN Press.
Nasrudin, Wahyono,
Mustofa, & Susidarti, R. A. (2017). Isolasi Senyawa Steroid dari Kulit
Akar Senggugu (Clerodendrum serratum L.Moon). Jurnal Ilmiah Farmasi,
332-340.
Suryelita, Etika, S. B., & Kurnia, N. S. (2017). Isolasi dan Karakteristik Senyawa Steroid dari Daun Cemara Natal (Cupressus funebris Endl.). Jurnal Eksakta, 87-94.
Tim
Penuntun Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Saya akan mencoba menjawab no 3 menurut saya
BalasHapusSelain minyak Atsiri yang terkandung di dalam daun jeruk purut yaitu flavonoid,saponin,dan terpen.jeruk purut merupakan
tanaman dengan aktivitas antioksidan
yang sangat tinggi sehingga banyak
dimafaatkan dalam kebutuhan sehari-hari,
baik dalam medis, industri, maupun rumah
tangga. Hasil uji fitokimia didapat bahwa
jeruk purut sangatbanyak mengandung
senyawa metabolit sekunder.
saya adinda puti (A1C118008) akan menjawab no 2 dimana pengaruh suhu disini sangat penting terhadap dapatnya minyak atsiri , semakin tinggi suhu maka akan mempercepat suatu reaksi sehingga minyak atsiri cepat didapat.
BalasHapussaya susilawati akan menjawab permasalahan no 1. Penambahan air ini berfungsi sebagai pelarut yang akan melarutkan kandungan minyak atsiri didalam daun jeruk purut. Kemudian dilanjutkan dengan proses destilasi dengan suhu 40oC hingga ekstrak minyak atsiri dari daun jeruk purut didapat.
BalasHapus