JURNAL UJI LEMAK

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

“UJI LEMAK”

NAMA    :    ERIK SURYA KURNIAWAN

NIM         :    A1C118027

 

DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


Percobaan 13

I.          Judul                 :  Uji Lemak

II.       Hari/Tanggal     :  Kamis/ 17 Desember 2020

III.     Tujuan               :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Untuk mengenal beberapa sifat lemak

2.      Untuk mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak

IV.    Landasan Teori

Lipid dalam bentuk sederhana tersusun atas unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Selain berfungsi sebagai sumber energi lemak juga dapat berfungsi sebagai pelarut vitamin yang tidak dapat larut dalam air. Beberapa senyawa lipid juga memiliki fungsi khusus. Lipid dapat diklasifikasi menjadi lipid sederhana, lipid majemuk dan derivat atau turunan lipid (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

Lipid tidak mempunyai rumus molekul yang sama, bamun terdiri dari beberapa golongan yang berbeda. Berdasarkan kemiripan strukturnya lipid dibedakan menjadi sama lemak, lemak dan fosfolipid. Lemak dapat pula dikatakan sebagai ester dari asam lemak dan gliserol. Lemak memiliki rumus umum R1,R2 dan R3 yang merupakan rantai hidrokarbon yang terdiri dari 3-23 atom karbon, namun yang sering dijumpai ialah lemak dengan jumlah karbon 13 dan 17 (Salirawati, 2007).

Asam lemak dalam tubuh dapat diperoleh dari makanan yang dimakan atau hasil sintesis di hati dari glukosa. Dalam pembentukan asam lemak enzim yang bekerja dan lokasi jalur metabolismenya ditentukan berdasarkan jumlah karbon dalam rantai asam lemak. Asam lemak berdasarkan panjang rantai karbonnya dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu rantai pendek (2-3 atom karbon), rantai sedang (4-12 karbon), rantai panjang (12-20 karbon) dan rantai sangat panjang (14-20 karbon) yang merupakan asam lemak utama dalam tubuh (March, 2001).

Lemak terbentuk dari asam lemak dan gliserol yang diproduksi melalui reaksi hidrolisis lemak, minyak ataupun senyawa golongan lipid lainnya. Asam lemak ini dapat dibedakan berdasarkan jumlah atom C, ada tidaknya ikatan rangkap, jumlah dan letak ikatan rangkap. Berdasarkan strukturnya asam lemak dibedakan menjadi 2 yaitu asam lemak jenuh (asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap) dan asam lemak tak jenuh (asam lemak yang memiliki ikatan rangkap) (Sartika, 2008).

Lemak dan minyak merupakan salah satu jenis trigliserida atau triasilgliserol. Lemak dan minyak ini memiliki perbedaan bentuk dimana lemak berbentuk padatan sedangkan minyak memiliki bentuk cair pada suhu kamar. Perbedaan lainnya dapat dilihat dari penyusunnya dimana lemak disusun oleh asam lemak jenuh sedangkan pada minyak disusun oleh asam lemak tak jenuh. Keduanya memiliki kesamaan sifat dimana lemak dan minyak tidak dapat larut didalam air (Panagan, Yohandini, & Wulandari, 2013).

 

V.      Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Plat tetes

Larutan sabun

Geas beker

Larutan CH3COOH

Gelas ukur

Larutan CaCl2 1%

Pipet tetes

Larutan MgSO4 1%

Tabung reaksi

Larutan Pb Asetat 1%

Rak tabung reaksi

Larutan HCl pekat

Indikator universal

Larutan KMnO4 0,1N

Pipet ukur

Larutan eter

Pro pipet

Minyak

Vortex

Aquades

 

Indikator phenolphthalein (PP)

 

VI.    Prosedur Kerja

6.1.   Uji Pembentukan Garam

·     Pertama-tama, diambil larutan sabun sebanyak 30 ml, lalu larutan ini dimasukan dalam gelas beker.

·        Larutan dicek pH nya, tambahkan CH3COOH hingga pH = 7

·         Larutan tersebut kemudian dimasukan kedalam 3 tabung reaksi berbeda

·      Pada tabung pertama berisi 5 ml larutan sabun ditambahkan larutan  CaCl2 1% sebanyak 7 tetes

·     Tabung kedua berisi 5 ml larutan sabun ditambahkan dengan larutan MgSO4 1% sebanyak 7 tetes

·      Tabung ketiga berisi 5 ml larutan sabun ditambahkan dengan larutan Pb asetat 1% sebanyak 7 tetes

·        Diamati perubahan yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi.

6.2. Uji Hidrolisa Sabun

·      Dimasukan 10 ml larutan sabun kedalam tabung reaksi lalu tambah 5 ml aquades

·      Lalu larutan ditambahkan dengan indikator pp sebanyak 3 tetes

·      Lalu larutan divortex dan didiamkan dan diamati perubahan yang terjadi

6.3.   Uji Sifat Emulsi Lemak

·     Pada tabung reaksi pertama dimasukan 2ml aquades lalu ditambahkan minyak sebanyak 5 tetes

·     Pada tabung reaksi kedua dimasukan 2ml Aquades  lalu tambahkan 5 tetes minyak dan larutan sabun sebanyak 2 ml

·      Larutan divortex dan didiamkan dan diamati perubahan yang terjadi.

6.4.   Uji Sifat Ketidakjenuhan Lemak

·      Masukan 2ml minyak dan 5 ml larutan eter kedalam tabung reaksi

·    Larutan kemudian divortex dan ditambahkan dengan larutan KMnO4 0,1N sebanyak 3 tetes, amati perubahan yang terjadi

6.5. Uji Pembuatan Asam Minyak

·         Dimasukkan 5 ml larutan sabun dan 3 ml larutan HCl pekat kedalam tabung reaksi

·      Larutan kemudian divortex dan didiamkan hingga terbentuk 2 lapisan, amati perubahan yang terjadi.

Link video :

VIDEO UJI LEMAK

Pertanyaan :

1.      Mengapa pada uji pembentukan garam pH larutan sabun harus 7 ?

2.      Apakah fungsi ditambahkannya larutan KMnO4 pada uji ketidakjenuhan lemak ?

3.      Mengapa pada beberapa uji perlu dilakukan vortex ?

Komentar

  1. Saya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    Disini pH nya harus 7 karena jika pH nya lebih tinggi atau lebih rendah dari itu maka akan bisa mengiritasi kulit.
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 2

    Fungsi penambahan KMnO4 adalah untuk oksidator yang memecah ikatan rangkap lemak (lemak tak jenuh) menjadi ikatan tunggal (asam lemak jenuh). Menurut literatur Larutan pada percobaan ketidakjenuhan lemak sebelum ditambah KMnO 4 berwarna bening kekuningan.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 3 dari dari saudara.
    Dilakukan vortex pada beberapa uji untuk mencampurkan larutan.
    Terimakasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM

JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT