JURNAL UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

“UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN”

NAMA    :    ERIK SURYA KURNIAWAN

NIM         :    A1C118027

 

DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


Percobaan 12

I.          Judul                 :  Uji Asam Amino Dan Protein

II.       Hari/Tanggal     :  Kamis/ 17 Desember 2020

III.     Tujuan               :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Untuk mempelajari kimia gugus asam amino dan gugus amina pada asam amino dan protein.

2.      Untuk mengenal uji kimia yang dapat membedakan asam amino dan protein

3.      Untuk membandingkan sifat-sifat golongan primer alami (protein) dengan monomernya (asam amino).

4.      Untuk mempelajari beberapa bahan pangan yang mengandung protein dan asam amino

5.      Untuk menentukan reaksi pada koagulasi protein

6.      Untuk menentukan reaksi protein dengan logam-logam berat

 

IV.    Landasan Teori

Protein merupakan salah satu zat gizi yang penting bagi tubuh, dimana protein ini berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh, dan merupakan zat pengatur didalam tubuh. Selain itu protein juga berperan dalam membentuk jaringan baru dan memelihara jaringan tubuh yang ada dan mengganti jaringan tubuh yang mati. Protein dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein nabati biasanya berasal dari tanaman sedangkan protein hewani didapat dari hewan seperti dagingnya ataupun susunya (Kunsah, 2017).

 Kualitas protein dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah dari asam amino yang terdapat dalam protein tersebut. struktur protein dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu yang pertama merupakan struktur primer dimana pada struktur ini urutan asam amino memiliki bentuk seperti rantai polipeptida. Struktur sekunder berupa rantai polipeptida yang distabilkan oleh pola teratur dari ikatan hidrogen antar gugus Co dan NH. Pada struktur tersier asam amino penyusun protein terletak berjauhan (Devi, 2013).

Asam amino merupakan komponen yang menyusun protein dimana satu atom C sentral akan mengikat secara kovalen. Asam amino dapat dikelompokkan kedalam 2 golongan yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial merupakan asam amino yang berasal dari luar tubuh karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi asam amino ini sehingga asam amino jenis ini didapatkan dari sumber makanan. Sedangkan pada asam amino non esensial  merupakan asam amino yang diproduksi oleh tubuh manusia (Abdullah, Nurjanah, Hidayat, & Yusefi, 2013).

Untuk menguji dan mengidentifikasi adanya senyawa protein didalam suatu sampel dapat dilakukan dengan melakukan uji xantoprotein. Hal ini karena pada uji xantoprotein dapat menunjukan adanya asam amino khusunya yang memiliki cincin benzena seperti triptofan, tirosin dan fenilalanin. Uji ini dilakukan dengan menambahkan asam nitrat pekat kedalam sampel yang akan diuji kandungan proteinnya. Dimana akan didapatkan endapan berwarna putih yang mana apabila endapan ini dipanaskan maka akan berubah warna menjadi kuning. (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

Asam amino merupakan hasil dari proses hidrolisisi protein yang dilakukan dengan menggunakan enzim atau asam. Dimana hasil dari proses ini akan dihasilkan asam amino yang bervariasi dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam menentukan jenis asam amino dan jumlahnya perlu dilakukan pemisahan antara asam amino hasil hidrolisis tersebut. terdapat beberapa metode analisis asam amino seperti metode gravimetri, kromatografi, kalorimetri dan sebagainya (Poedjiadi, 2006).

 

V.      Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Tabung reaksi

Albumin 5%

Pipet

HCl pekat

Termometer

HNO3 pekat

 

NaOH pekat

 

HCl 10%

 

NaOH 10%

 

CuSO4 10%

 

AgNO3 1%

 

Albumin telur

 

Asam glutamat

 

Kasein/gelatin

 

NaNO2 5%

 

HCl 5%

 

VI.    Prosedur Kerja

6.1.   Koagulasi Protein

·   Pertama-tama, disiapkan 5 buah tabung reaksi lalu kedalam masing-masing tabung reaksi dimasukan 2 ml albumin 5%.

·    Pada tabung 1 dilakukan pemanasan perlahan dengan api kecil, dicatat suhunya saat protein mulai berkoagulasi

·         Pada tabung 2 ditambahkan dengan 4 ml etanol dan HCl pekat.

·         Pada tabung 3 ditambahkan beberapa tetes HCl pekat

·         Pada taung 4 ditambahkan beberapa tetes HNO3 pekat

·         Pada tabung 5 ditambahkan dengan beberapa tetes NaOH pekat.

·     Diamati dan dicatat perubahan yang terjadi pada masing-masing tabung lalu bandingkan hasil perubahan pada masing-masing tabung.

6.2. Pengendapan Protein Dan Kation

·      Disiapkan 5 buah tabung reaksi, lalu pada tabung 1 dimasukan 5 ml air

·      Pada tabung 2 dimasukan larutan albumin 5%

·      Pada tabung 3 diisi dengan 5 ml air dan 4 tetes HCl 10%

·      Pada tabung 4 dimasukan 5 ml larutan albumin 10% dan 4 tetes HCl 10%

·      Pada tabung 5 dimasukan 5 ml air dan 4 tetes NaOH 10%

·      Lalu kedalam masing-masing tabung ditambahkan dengan  2 ml larutan CuSO4 10%, diamati dan catat perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

6.3.   Pengaruh Logam Berat Pada Protein Dan Larutan Asam Amino

·    Masukan kedalam masing-masing tabung reaksi 1 ml albumin telur, gelatin dan larutan asam glutamat

·  Lalu tambahkan beberapa tetes larutan AgNO3 kedalam masing-masing tabung tersebut, diamati dan dicatat perubahan yang terjadi.

6.4.   Reaksi Warna Biuret Untuk Protein

·      Masukan 1ml larutan albumin 5% kedalam tabung reaksi

·      Tambahkan 1ml larutan NaOH 10% dan 1 tetes larutan CuSO4 1%, lalu amati dan catat warna yang terbentuk.

6.5. Reaksi Xanthoproteat Dengan Protein

·         Dimasukkan sedikit serbuk kasein atau gelatin kedalam tabung reaksi

·    Tambahkan 1ml HNO3 pekat, lalu dilakukan pemanasan secara perlahan, amati perubahan warna yang terjadi.

Link video :

VIDEO UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN

Pertanyaan :

1.      Mengapa pada koagulasi protein yang digunakan ialah albumin 5% ?

2.      Diantara kelima proses pengujian asam amino dan protein tersebut manakah yang lebih efektif untuk menguji keberadaan protein dalam sampel ?

3.      Apakah fungsi ditambahkannya HNO3 pekat pada reaksi xanthoproteat ?

Komentar

  1. Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3 yaitu HNO3 pekat pada reaksi xanthoproteat berfungsi untuk memecahkan protein menjadi gugus benzene. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Saya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Pada koagulasi protein digunakan albumin 5% karena albumin ini merupakan monomer dari protein. Yang biasanya terdapat di putih telur. Jadi pada prosedur ini memerlukan protein yang nantinya akan berkoagulasi, nah protein itu didapat dari albumin. Terimakasih

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 2 menurut saya diantara kelima proses pengujian asam amino dan protein tersebut semua nya efektif untuk menguji keberadaan protein dalam sampel karena menurut saya pengujian tersebut berkaitan antar satu dengan yang lain nya. Terimakasih 🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM

JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT