JURNAL ISOLASI SENYAWA p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (Kaemferiam galangan L.)
JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
“ISOLASI SENYAWA p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (Kaemferiam galangan L.)”
NAMA
: ERIK
SURYA KURNIAWAN
NIM
: A1C118027
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
Percobaan
10
I.
Judul : Isolasi Senyawa p-Metoksi Sinamat Dari Kencur
(Kaemferiam Galangan
L.)
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 10 Desember 2020
III.
Tujuan :
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa fenilpropanoid
2. Untuk mengenal sifat-sifat kimia fenil propanoid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik
IV. Landasan
Teori
Asam
sinamat berasal dari fenilalanin yang mengalami eliminasi amonia (secara
enzimatis), lalu hidroksilasi aromatik dan kemudian metilasi. Ketika asam
sinamat ditemukan dapat diketahui bahwa eliminasi amonia langsung dari asam
amino dapat dilakukan. Asam sinamat banyak ditemukan dalam bentuk ester
glikosida karbohidrat, asam hidroksi karboksilat dan flavonoid
Kencur
(Kaemferian galangan L) merupakan salah satu rempah yang ada diIndonesia dan
biasanya digunakan sebagai obat tradisional dimana tumbuhan ini ditemukan
didaerah tropis. Terdapat beberapa senyawa kimia yang terkandung didalam kencur
diantaranya ialah etil p-metoksi sinamat, etil sinamat (Komponen utama),
p-metoksistiren dan lain-lain. Etil p-metoksinamat yang terdapat dalam kencur
memiliki persentase jumlah yang cukup besar yaitu sekitar 10% sehinggga dapat
diisolasi. Proses isolasi sendiri dapat dilakukan dari umbinya dengan
menggunakan pelarut petroleum ataupun etanol (Tim Penuntun Kimia Organik II,
2020).
Tanaman
kencur merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang merupakan salah satu
famili Zingiberaceae. Tanaman ini sering ditemukan didaerah asia tenggara dan
india. Rimpangan dari tanaman ini memiliki banyak manfaat salah satunya dapat
mengobati penyakit yang disebabkan infeksi bakteri. Kajian secara in vitro
menunjukan bahwa ekstrak rimpangan tanaman ini secara ilmiah memiliki sifat
antibakteri yang kuat terhadap beberapa jenis bakteri panthogen. Etil p-metoksi
sinamat merupakan salah satu kandungan fitokimia yang terdapat dalam rimpangan
kencur yang dapat digunakan untuk makanan, insektisida, obat dan kosmetik
Secara
empirik kencur dapat dimanfaatkan sebagai penambah nafsu makan, obat batuk,
disentri, infeksi bakteri dan obat sakit perut. Terdapat beberapa kandungan
yang terdapat dalam kencur diantaranya etil sinamat, p-metoksistiren, etil
p-metoksisinamat, borneol, parafin dan karen.
Etil p-metoksisinamat memiliki nama lain yaitu etilester. Etil
p-metoksisinamat (EPMS) dan etil sinamat banyak digunakan sebagai bahan
industri kosmetik dan pada bidang farmasi biasanya digunakan sebagai obat
antijamur dan asma. EPSM merupakan salah satu golongan senyawa ester yang mana
mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang memiliki sifat nonpolar. Terdapat
pula gugus karbonil didalamnya yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar
Dalam
melakukan suatu proses ekstraksi senyawa salah satu yang perlu diperhatikan
ialah sifat kepolaran antara pelarut yang digunakan dengan senyawa yang
diekstraksi. Antara pelarut yang digunakan dan senyawa yang ingin diekstraksi
harus memiliki sifat kepolaran yang sama. Etil p-metoksisinamat mengandung
cincin benzena, gugus metoksi yang memiliki sifat nonpolar dan gugus karbonil
yang mengikat etil yang bersifat agak polar yang menyebabkan senyawa ini dapat
larut pada beberapa pelarut yang memiliki sifat kepolaran yang bervariasi. Biasanya
proses ekstraksi senyawa ini menggunakan pelarut seperti etil asetat, heksana,
alkohol, dietil eter dan aquades. Isolasi senyawa etil p-metoksisinamat dapat
dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi
V. Alat
dan Bahan
|
Alat |
Bahan |
|
Erlenmeyer
250 ml |
Kencur
yang telah ditumbuk |
|
KLT |
NaOH
|
|
Penangas
Air |
Kloroform
|
|
Corong
Buchner |
Metanol
|
|
Labu
bulat alas datar |
Asam
Sulfat Klorida |
|
Corong
biasa |
Kertas
saring |
|
Evaporator |
Etanol
|
|
Alat
ukur TI |
|
VI. Prosedur
Kerja
6.1. Isolasi
Etil p-Metoksi Sinamat
· Pertama-tama, dimasukan serbuk kencur
kedalam erlenmeyer 250 ml, kemudian direndam dengan petroleum eter (fraksi 60-80oC)
sebanyak 100 ml sampai terbentuk lapisan petroleum eter dibagian atas.
· Dihangatkan erlenmeyer berisi larutan
kencur tersebut dalam penangas sambil digoyang, lalu biarkan pada suhu kamar
selama kurang lebih setengah jam, lalu disaring larutan.
· Dipisahkan residu dari kencur kemudian
ulangi proses perkolasi dengan menggunakan pelarut yang sama dengan komposisi
yang sama (100 ml petroleum eter)
· Lalu filtrat yang didapat digabungkan kemudian
dipekatkan pada tekanan rendah dengan menggunakan evaporator hingga volume
filtrat setengah dari volume awalnya.
· Larutan pekat tersebut kemudian
didinginkan didalam air es, padatan yang terbentuk didalam larutan kemudian
disaring dan sisa filtratnya dilakukan pemekatan kembali dan pendinginan
menggunakan air es sehingga nantinya terbentuk kembali padatan
· Padatan pertama dan kedua digabungkan dan
ditimbang, lalu dihitung rendemennya
· Proses rekristalisasi dilakukan dengan
menggunakan pelarut petroleum eter, lalu diuji titik lelehnya dan dibandingkan
hasilnya dengan literatur.
6.2. Pemeriksaan
Kromatografi Lapis Tipis
· Dilarutkan kristal hasil isolasi menggunakan
pelarut petroleum eter
· Menggunakan kapiler ditotolkan pada jarak
0,5 cm dari bawah plat larutan etil p-metoksi sinamat dan asam p-metoksi
sinamat (standar pembanding) pada plat KLT berukuran 2x5 cm .
· Lalu plat tersebut dimasukan kedalam
chambaer yang telah dijenuhkan dengan menggunakan eluen kloroform
· Hasil pemisahan bercak tersebut kemudian
diamati dibawah lampu UV atau bisa juga dimasukan kedalam chambaer iodium agar
tampak berwarna, lalu dihitung Rf nya dan dibandingkan dengan standar
6.3. Pemeriksaan
spektroskopi Ultra violet
· Hasil kristal yang didapatkan pada proses
isolasi dilarutkan menggunakan metanol
· Lalu dicek menggunakan alat spektroskopi
UV dan dibuat spektrumnya pada daerah panjangan gelombang 200-300 nm.
6.4. Pemeriksaan
spektroskopi infra merah
·
Hasil kristal yang didapat dari proses
isolasi dibuat pelet dengan KBr kering
·
Lalu dicek menggunakan spektroskopi infra
merah dan dibuat spektrum infra merahnya.
Link
video :
VIDEO ISOLASI ETIL P-METOKSISINAMAT
Pertanyaan :
1. Mengapa
pada proses isolasi etil p-metoksisinamat dari kencur digunakan petroleum eter
sebagai pelarut ?
2. Mengapa
sebelum dilakukan kristalisasi larutan terlebih dahulu dipekatkan dengan
menggunakan evaporator ?
3. Dari
ketiga proses identifikasi yaitu KLT, spektroskopi UV dan spektroskopi IR
manakah yang lebih efektif dalam mengidentifikasi senyawa hasil isolasi etil
p-metoksi sinamat ?

Baiklah saya Muhamad Khoirul Abdillah (040) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. EPSM merupakan salah satu golongan senyawa ester yang mana mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang memiliki sifat nonpolar dimana Petroleum eter adalah pelarut non polar yang merupakan campuran hidrokarbon cair yang bersifat mudah menguap
BalasHapusbaiklah saya Palma L Lubis akan mencoba menjawab permasalhan no 2 dimana pada ini dipekatkan yaitu agar bisa terbentuk padatan saat dimasukkan ke dalam es sehingga nanti hasil yang di dapatkan akan lebih baik terimaksih .mohon maaf jika ada kesalahan
BalasHapusBaiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 3 dari dari saudara.
BalasHapusMenurut saya yang lebih efektif menggunakan spektroskopi UV , karena sudah diketahui spektrum panjang gelombangnya.
Terimakasih