LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT & BENZIL ALKOHOL
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
“PEMBUATAN
SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT & BENZIL ALKOHOL”
NAMA
: ERIK
SURYA KURNIAWAN
NIM
: A1C118027
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
VII. Data Pengamatan
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
150 mg
clorobenzaldehid + 400 mikroliter methanol + 400 mikroliter Kalium hiroksida
ke dalam botol kerucut lalu direfluks Setelah 1 jam botol diangkat dan di
dinginkan di suhu ruang |
Untuk
memanaskan larutan tanpa kehilangan zat larutan didalamnya |
Larutannya
terdapat endapan berwarna putih keruh |
|
2 |
Diberi 2
ml air lalu diberi lagi metilen klorida+diaduk, terus di tambahkan metilen klorida
sampai semua endapan melarut |
Metilen
klorida disini untuk mengekstraksi produk alkohol |
Didapatkan
2 lapisan larutan, dan diambil larutan yang dibawah berwarna putih, sedangkan
lautan yang diatas berwarna sedikit lebih bening dan disimpan larutan atas. |
|
3 |
Larutan
yang di gelas kimia tadi di tambahkan Natrium bikarbonat |
Tujuannya
yaitu untuk mencuci larutan dari zat pengotor |
Didapatkan
2 lapisan, lapisan atas bening dan lapisan bawah keruh |
|
4 |
Lalu
ditambahkan air |
Tujuannya
untuk menghilangkan kembali ion pengotor yang mungkin masih tertinggal |
Lapisan
berwarna putih keruh (metilen klorida) dan lapisan bening |
|
5 |
Metilen
klorida dipindahkan ke Erlenmeyer + natrium sulfat |
Natrium
sullfat disini berguna sebagai pengering atau pengikat air |
Larutan
menjadi bening dan terdapat endapan putih didasar erlenmeyer |
|
6 |
Dipanaskan |
Untuk
menguapkan larutan dan mendapatkan produk alkohol |
Terdapat
endapan dipinggir gelas kimia yang berwarna putih |
|
7 |
Endapan
tadi di ambil dan ditambahkan Ligroine dan dipanaskan, Lalu
didinginkan di air es dan dipanaskan lagi |
Ligroin
disini berguna sebagai pelarut untuk proses rekristalisasi Didinginkan
dengan air es ini untuk melihat muncul apa tidak endapannya, |
Larutan
menjadi berwarna bening |
|
8 |
Didiamkan
pada suhu ruang |
Pendinginan
di suhu ruang membantu untuk pembentukan kristal |
Didapatkan
Kristal yang seperti jarum |
|
9 |
Pada
tabung reaksi tadi diberi penyumbat, dan dibalik dan disentrifusi |
Untuk
mengeringkan Kristal dari pelarut, disentrifusi juga dilakukan untuk menarik
air dari Kristal sehingga didapat Kristal yang kering |
Didapatkan
Kristal berwarna putih |
|
10 |
Ditimbang
|
Bertujuan
agar tau berapa banyak produk alcohol yangdidapat |
Didapatkanlah
produk alcohol sebanyak 0,023 gr (Klorofenol) |
|
11 |
Lautan
yang awal tadi di diamkan, ditambah air dan HCl (12N) +diaduk |
Untuk
mengencerkan larutan dan menetralkannya, ditunjukkan dengan warna kertas
lakmus merah yang tetap berwarna merah |
Terdapat
endapan putih saat ditetesi HCl dan menjadi larutan berwarna putih keruh |
|
12 |
Disaring
dengan vakum |
Untuk
memprcepat proses penyaringan |
Endapan
yang disaing menggumpal dan lengket setelah terus diberi air menjadi tidak
menggumpal dan kering |
|
13 |
Kristal
tadi diambil dan ditambah etanol 95% |
Etanol
disini sebagai pelarut untuk proses rekritalisasi |
Larutan
berwarna bening |
|
14 |
Didinginkan
di air es dan dipanaskan lagi, lalu di dinginkan di suu ruang |
Didinginkan
dengan air es, untuk melihat apakah endapan akan muncul, kemudian dipanaskan
lagi dan didinginkan di suhu ruang untuk membentuk kristalnya |
Terbentuk
Kristal yang berwarna putih secara perlahan |
|
15 |
Dengan
cara yang sama dikeringkan dengan sentrifusi dan ditimbang |
Sentrifusi
disini untuk mengeringkan Kristal, dan di timbang supaya tau berapa banyak
Kristal yang didapat |
Didapatkan
Kristal sebagai produk dari asam berwarna putih sebanyak 0,004 gr (asam
klorobenzoat) |
VIII. Pembahasan
Pada percobaan dilakukan pembuatan
asam benzoat dan benzil alkohol dengan menggunakan bahan dasar benzaldehid.
Namun pada video yang kami amati bahan utama yang digunakan adalah
klorobenzaldehid yang mana akibat perbedaan bahan ini maka berdampak pada produk
yang dihasilkan dimana produk yang didapat ialah asam klorobenzoat dan
klorobenzil alkohol/ klorofenol. Akan tetapi walaupun bahan yang digunakan
berbeda, reaksi yang terjadi tetap sama yaitu
reaksi reduksi dan oksidasi yang terjadi pada satu jenis bahan (dalam
hal ini klorobenzaldehid) atau yang dikenal dengan reaksi cannizaro.
Pada mulanya 150 mg clorobenzaldehid, 400 mikroliter methanol dan 400 mikroliter
Kalium dimasukkan kedalam wadah yang kemudian larutan ini direfluks selama satu
jam. Fungsi dari dilakukannya proses refluks ini ialah untuk memanaskan larutan
tanpa adanya pengurangan volume atau massa dari larutan yang dipanaskan.
Pemanasan itu sendiri bertujuan agar reaksi antara zat yang dicampurkan dapat
terjadi. Adapun reaksi yang terjadi pada tahap ini yaitu :
Dimana hasil dari proses refluks ini ialah
larutan menjadi berwarna putih. Kemudian tabung didinginkan, yang mana hal ini
menimbulkan endapan putih didasar tabung. Kemudian kedalam tabung ini
ditambahkan dengan 2 ml air dan metilen klorida sampai endapan larut. Dimana
penambahan metilen ini bertujuan untuk mengekstraksi/memisahkan produk alkohol
pada percobaan ini. Larutan memisah
menjadi 2 lapisan (larutan bawah berwarna putih dan larutan atas sedikit
bening). Lalu larutan yang terdapat dalam gelas kimia ditambahkan dengan natrium
bikarbonat diikuti penambahan air yang berfungsi untuk menghilangkan zat
pengotor dalam larutan. Terbentuk 2 lapisan berwarna putih keruh (metilen
klorida) dan lapisan bening. Larutan berwarna putih yaitu metilen klorida
kemudian dipisahkan dan ditambahkan dengan natrium sulfat yang bertujuan untuk
mengikat molekul air yang masih terdapat pada larutan ini sehingga dihasilkan
larutan berwarna bening dan terdapat endapan putih didasar erlenmeyer. Larutan
ini kemudian dipanaskan untuk menguapkan sisa pelarut sehingga dihasilkan
endapan berwarna putih pada dasar tabung. Endapan putih tersebut kemudian
dipisahkan dan ditambahkan dengan ligroin untuk dilakukan rekristalisasi
terhadap produk alkohol ini. Proses rekristalisasi ini dilakukan dengan
pemanasan agar endapan dapat larut dalam ligroin yang ditandai dengan larutan
berwarna bening yang kemudian larutan ini didiamkan pada suhu ruangan agar
terbentuk kristal. Setelah didiamkan didapatkan kristal yang kemudian kristal
ini disentrifusi untuk mengeringkan hasil kristal. Hasil yang didapatkan untuk
produk alkohol ini ialah sebanyak 0,023 gr Klorofenol.
Larutan pemisahan awal yang disimpan
sebelumnya ditambahkan dengan air dan HCl (12N) kemudian larutan diaduk.
Penambahan air dan HCl ini ialah bertujuan untuk menjadikan larutan bersifat
asam yang ditujukan dengan kertas lakmus menjadi merah. Larutan setelah proses
ini menjadi berwarna putih keruh. Larutan ini kemudian disaring untuk diambil
endapan putihnya. Kemudian endapan putih yang didapat ini dilarutkan dalam
etanol 95%. Dimana proses ini ialah proses rekristalisasi dari asam
klorobenzoat yang sebelumnya didapatkan. Kemudian larutan ini dipanaskan lalu
didinginkan pada suhu ruangan agar terbentuk kristal dari asam klorobenzoat.
Setelah didapatkan kristal asam klorobenzoat, kristal ini dipisahkan dari
larutan kemudian disentrifusi untuk menghilangkan sisa larutan yang masih ada.
Setelah itu kristal ditimbang maka didapatkan produk asam Klorobenzoat sebanyak
0,004 gr.
Dari hasil yang didapatkan tersebut kita dapat menghitung besar %rendemen yang didapatkan pada percobaan ini, yaitu sebagai berikut :
IX.
Pertanyaan :
1. Apakah
yang menjadi kriteria suatu senyawa dapat menjalani reaksi cannizaro ?
2. Mengapa
pada proses ekstraksi digunakan metilen klorida ?
3. Mengapa
pada proses rekristalisasi asam klorobenzoat digunakan pelarut etanol 95% ?
X.
Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Senyawa
aldehid yang memiliki hidrogen alfa ketika direaksikan dengan basa dan juga
dilakukan pemanasan maka dapat mengalami reaksi oksidasi dan reduksi pada
senyawa tersebut
2. Reaksi
oksidasi dan reduksi yang terjadi pada aldehid yang akan menghasilkan dua buah
produk yaitu asam karboksilat dan alkohol primer disebut dengan reaksi
cannizaro
3. Pembuatan
asam benzoat dan benzil alkohol dilakukan dengan mereaksikan benzaldehid dengan
suatu basa dalam hal percobaan ini yaitu Kalium Hidroksida.
XI. Daftar Pustaka
Firdaus, F., Ibrahim, A. A., & Megawati, W.
(2017). Reaksi Cannizaro : Sintesis Benzil Alkohol dan Asam Benzoat.
Depok: UI.
March, J. (2001). Advanced
Organic Chemistry: Reactions, Mechanisme, and Structure, Fifth Edition.
New York: John Wiley & Sons Inc.
Pratama, R. I. (2017). Sintesis
Benzil Alkohol dan asam bezoat dengan Metode Reaksi Cannizzaro. JAWA
BARAT: UI.
Sunardi. (2004). Diktat Kuliah Cara-Cara Pemisahan. Depok: FMIPA UI.
Tim
Penuntun Kimia Organik II. 2020. Penuntun
Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.



Saya Nely Frisca (A1C118036) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Rekristalisasi merupakan teknik pemurnian suatu zat padat dari campuran atau pengotornya yang dilakukan dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut (solven) yang cocok atau sesuai. Pada percobaan ini digunakan Etanol sebagai pelarut untuk proses rekritalisasi sehingga diperoleh asam benzoat yang benar-benar murni.
BalasHapusSaya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Dimana, digunakannya metilen klorida disini adalah untuk mengekstraksi produk alkohol. Terimakasih
BalasHapusBaiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 1 dari dari saudara .
BalasHapusYang menjadi kriteria dalam reaksi cannizora yaitu senyawa yang akan diuji mengandung senyawa alkohol ataupun asam benzoat.
Terimakasih.