JURNAL PERCOBAAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (ALKALOID)
JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
“ISOLASI
SENYAWA BAHAN ALAM (ALKALOID)”
NAMA
: ERIK
SURYA KURNIAWAN
NIM
: A1C118027
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
Percobaan
7
I.
Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 19 November 2020
III.
Tujuan :
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa alkaloid
2. Untuk
mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang
spesifik.
IV. Landasan
Teori
Kafein merupakan salah satu senyawa alkaloid
dengan golongan purin, dimana dalam strukturnya terikat unsur N. Kafein dapat
bersifat stimulant apabila masuk kedalam darah. Proses isolasi kafein dari daun
teh terbilang mudah karena kafein dapat larut dalam eter, air panas dan dapat
larut juga pada kloroform. Namun untuk proses ekstraksi kafein dari daun teh
akan sulit karena dalam daun teh terdapat senyawa lain seperti tannin yang tak
larut dalam air dan sangat sulit untuk dipisahkan dari alkaloid (Tim Penuntun
Kimia Organik II, 2020).
Kafein
adalah senyawa organik yang termasuk kedalam golongan alkaloid. Alkaloid
merupakan senyawa yang mengandung atm N dalam strukturnya dana sangat banyak
ditemukan pada tumbuhan. Senyawa alkaloid pada umumnya memiliki rasa yang pahit
dan biasanya memiliki efek fisiologis aktif pada manusia. Kafein dapat larut
dalam kloroform (1:6), air (1:50), dan alkohol (1:71). Kelarutan kafein
tersebut dapat meningkat seiring dengan peningkatan suhu dari pelarut seperti
pada air panas dengan suhu 80oC (1:6) atau pada pelarut alkohol
dengan suhu 60oC (1:26)
Senyawa
alkaloid memiliki banyak manfaat seperti dapat mencegah diare, anti diabetes,
anti mikroba dan anti malaria. Namun terdapat beberapa senyawa alkaloid yang
dapat berbahaya bagi tubuh (beracun). Hal inilah yang meyebabkan perlu
dilakukannya identifikasi senyawa dari golongan alkaloid untuk diketahui
manfaatnya ataupun bahayanya. Alkaloid merupakan salah satu senyawa dari
metabolit sekunder terbanyak yang memiliki atom nitrogen, biasanya ditemukan
pada jaringan tumbuhan dan hewan. Alkaloida umumnya ditemukan dalam kadar yang
kecil dan harus dipisahkan dari senyawa lain yang terdapat pada tumbuhan
tersebut
Golongan dari senyawa alkaloid memiliki
sifat-sifat antara lain alkaloid biasanya berbentuk kristal tak berwarna, larut
dalam pelarut organik terutama kloroform, tidak mudah menguap. Alkaloid juga
bersifat basa dam memiliki rasa pahit serta memiliki efek fisiologis dan optis aktif.
Efek fisiologis dari alkaloid sangat menonjol dibandinglan dengan senyawa bahan alam lain sehingga alkaloid
sering dimanfaatkan dalam bidang pengobatan
Ekstraksi
pelarut ialah pemisahan campuran larutan berdasarkan kecenderungan salah
senyawa untuk larut dalam pelarut yang digunakan. Zat cair yang melarutkan
solute disebut diluent, sedangkan zat cair yang dikontakkan dengan solute
disebut solven. Solven yang digunakan dapat bersifat tidak larut atau sedikit
larut didalam diluent. Pada proses ekstraksi akan terjadi interaksi antara
solven dan diluent sehingga nantinya solute yang berada dalam diluent berpindah
kedalam solven
V. Alat
dan Bahan
|
Alat |
Bahan |
|
Erlenmeyer
|
Pereaksi
Dragendorf |
|
Gelas Kimia 500 ml |
Kalsium
karbonat serbuk |
|
Corong
Pisah 500 ml |
Kloroform
atau metilen klorida |
|
Corong
Buchner dan vakum |
Benzene |
|
Mantel
pemanas |
Petroleum
Benzene |
|
Corong
Gelas |
Larutan
NaOH 5% |
|
|
Reagen
wagner |
|
|
Plat
T:LC |
|
|
Ca(OH)2 |
VI. Prosedur
Kerja
· Pertama-tama, 25 gr teh kering dimasukkan
kedalam erlenmeyer 500ml, lalu ditambahkan air sebanyak 250 ml dan CaCO3
sebanyak 25 gr
·
Larutan kemudian dipanaskan diatas uap air
lebih kurang 20 menit sambil diaduk/digoncang
· Larutan yang telah dipanaskan kemudian
didinginkan pada suhu ruangan, lalu dilakukan penyaringan menggunakan corong
buchner sampai ampas teh kering
·
Larutan hasil penyaringan tadi dimasukan
kedalam corong pisal 500 ml
· Kemudian dilakukan ekstraksi sebanyak dua
kali dengan yang pertama menggunakan 25 ml kloroform atau metilen klorida, jika
senyawa sukar dpisahkan maka perlu ditambahkan sedikit pelarut lagi
·
Corong pisah kemudian diletakkan pada
statif dan dibiarkan sampai terbentuk dua lapisan
· Larutan kloroforn kemudian ditampung
menggunakan tabung destilasi diatas penangas air sampai larutan menjadi jenuh
yang ditandai munculnya warna hijau
·
Larutan kemudian didinginkan hingga
terbentuk kristal, dimana kristal ini selanjutnya disaring menggunakan corong
buchner
·
Dilakukan rekristalisasi tahap dua dengan
pelarut yang sama
·
Ditimbang hasil kristal yang didapat dan
ditentukan titik lelehnya (225o-250OC)
Link
video :
Pertanyaan :
1. Apakah
fungsi penambahan CaCO3 pada percobaan ini ?
2. Mengapa
perlu dilakukan rekristalisasi pada proses isolasi alkaloid
3. Mengapa
pelarut yang digunakan pada percobaan ini adalah kloroform ?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh saya adinda putri Nim A1C118008 akan menjawab soal no 3 dimana fungsi kloroform disini adalah bertujuan untuk melarutkan steroid karena kloroform dan steroid memiliki kepolaran yang sama sehingga steroid akan larut dalam kloroform . terimakasih
BalasHapusSaya Nely Frisca (A1C118036) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Rekristalisasi merupakan teknik pemurnian suatu zat padat dari campuran atau pengotornya yang dilakukan dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut (solven) yang cocok atau sesuai. Jadi dilakukan rekristalisasi pada percobaan ini yaitu untuk memperoleh kristal dalam keadaan murni.
BalasHapusBaiklah saya Risa Novalina Ginting ( A1C118070) akan menjawab permasalahan no 1.
BalasHapusFungsi penambahan CaCO3 adalah untuk mengikat bahan – bahan yang terdapat dalam sampel.
Terimakasih