JURNAL ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)
JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
“ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)”
NAMA
: ERIK
SURYA KURNIAWAN
NIM
: A1C118027
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
Percobaan
9
I.
Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 26 November 2020
III.
Tujuan :
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa flavonoid
2. Untuk
mengenal sifat-sifat kimia flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan.
IV. Landasan
Teori
Flavonoid
merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang hanya dapat ditemukan pada
macam-macam tumbuhan. Sekitar 5-10% metabolit sekunder yang terdapat pada
tumbuhan berupa flavonoid. Sebagian besar senyawa flavonoid dialam ditemukan
dalam bentuk glikosida atau bisa juga dalam bentuk aglikon flavonoid, yang
lazim ditemukan pada tumbuhan tingkat
tinggi. Senyawa flavonoid sendiri pada tumbuhan berfungsi sebagai zat pemberi
warna pada tumbuhan
Senyawa flavonoid merupakan senyawa polifenol
yang mempunyai jumlah atom karbon sebanyak 15. Dimana kelima belas atom
tersebut akan menyusun bentuk 2 cincin yang digabungkan oleh 3 atom karbon.
Flavonoid biasanya ditemui pada tumbuhan hijau, sehingga untuk senyawa
flavonoid ini hampir ditemukan disemua ekstrak tumbuhan. Senyawa flavonoid
dapat digambarkan diagram ikatan antar karbonnya sebagai C6 –C3 –C6. Dimana C6
disini berupa cincin benzen (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).
Pengelompokkan
senyawa flavonoid didasarkan atas jenis cincin heterosiklik-oksigen tambahan
dan gugus hidroksilnya. Salah satu contoh senyawa golongan flavonoid ialah
kuersetin yang memiliki 5 gugus hidroksil yang dapat menangkal radikal bebas
DPPH. Apabila flavonoid ditemukan banyak mengandung ikatan glikosida sehingga
senyawa tersebut akan bersifat lebih
polar dibandingkan dengan senyawa flavonoid lainnya
Secara
umum flavonoid merupakan senyawa polar akibat dari adanya gugus – OH pada
sturukturnya yang akan membentuk ikatan hidrogen, namun beberapa senyawa
flavonoid bebas bersifat kurang polar. Dalam melakukan ekstraksi flavonoid
digunakan pelarut polar seperti etanol. Hal ini karena seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya bahwa banyak dari golongan flavonoid bersifat polar
seperti glikosida dan aglikon. Sedangkan untuk senyawa flavonoid yang bersifat
non polar sebaiknya digunakan pelarut etil asetat, eter dan kloroform
Maserasi
merupakan salah satu teknik pemisahan yang menggunakan pelarut dengan beberapa
kali pengocokan/pengadukan pada suhu kamar. Perendaman dari bagian tumbuhan
pada pelarut yang digunakan akan terjadi kontak diantara keduanya. Masuknya
pelarut organik secara kontinu kedalam sel tumbuhan akan mengakibatkan
perbedaan tekanan antara didalam dan diluar sel. Sehingga nantinya metabolit
sekunder akan terlarut dalam pelarut organik. Hal tersebut berkaitan dengan
lamanya perendaman yang dilakukan agar proses ekstraksi senyawa dapat
berlangsung sempurna
V. Alat
dan Bahan
|
Alat |
Bahan |
|
Erlenmeyer
250 ml |
Pereaksi
Dragendorf |
|
Gelas Kimia 200 ml |
Pereaksi
wagner |
|
Gelas
ukur |
Pereaksi
meyer |
|
Tabung
reaksi |
Shinoda
|
|
Lumpang |
Kloroform
|
|
Plat
tetes |
Etanol |
|
Pipet
tetes |
Metanol
|
|
|
Heksan |
|
|
NaOH
padatan |
|
|
Iodine |
|
|
Brusin |
|
|
KI |
VI. Prosedur
Kerja
· Pertama-tama, dimasukan 0,5 gr simplisia
tumbuhan, 10 ml etanol dalam tabung reaksi dan larutan kemudian dipanaskan
· Kemudian larutan disaring untuk memisahkan
ekstraknya, filtrat dari hasil penyaringan kemudian ditambahkan dengan beberapa
tetes HCl, dan ditambahkan pula 0,2 gr magnesium
· Jika warna yang timbul ialah merah tua
maka dapat dipastikan bahan tersebut mengandung flavonoid
· Dilakukan pengujian terhadap ekstrak
etanol yang didapatkan dengan menambahkan 2 tetes NaOH 10%
· Adanya flavonoid ditunjukan dengan
perubahan warna dari warna kuning/orange merah.
Link video :
Pertanyaan :
1. Apakah
pelarut etanol diganti dengan pelarut organik lain pada proses ekstraksi
flavonoid ini ?
2. Mengapa
pada pengujian dengan menambahkan beberapa tetes HCl dan magnesium dihasil
larutan berwarna merah apabila mengandung flavonoid ?
3. Apa
fungsi NaOH pada percobaan ini ?

Baiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 3 fungsi NaOH pada percobaan ini yaitu untuk identifikasi adanya
BalasHapussenyawa fenol dalam ekstrak tersebut.
Hal ini juga terjadi karena adanya reaksi
antara flavonoid dengan pereaksi NaOH
yang membentuk garam dan membentuk
struktur kinoid pada cincin B yang akan
membuat ikatan rangkap terkonjugasi
menjadi lebih panjang sehingga akan
meningkatkan intensitas warnanya. Terimakasih 🙏🏻
Saya Bella Veronica (095) akan mencoba menjawab no.1 menurut saya pelarut itu bisa diganti, asalkan sifatnya bukan malah merusak zat yang akan kita ekstraksi.
BalasHapusNama saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 2 yaitu karna HCl dan magnesium digunakan untuk menguji adanya flavonoid yang ditandai dengan warna merah pada sampel
BalasHapus