JURNAL ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (STEROID & TERPENOID)

 

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

“ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (STEROID & TERPENOID)”

 


NAMA    :    ERIK SURYA KURNIAWAN

NIM         :    A1C118027

 

DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


Percobaan 8

I.          Judul                 :  Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid & Terpenoid)

II.       Hari/Tanggal     :  Kamis/ 26 November 2020

III.     Tujuan               :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Untuk menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa steroid dan terpenoid

2.      Untuk mengenal sifat-sifat kimia steroid dan terpenoid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik.

 

IV.    Landasan Teori

 Terpenoid ialah senyawa kimia yang tersusun atas beberapa gugus isopren. Senyawa terpenoid biasanya mempunyai satu atau lebih gugus fungsi dan memiliki struktur siklik pada senyawanya. Terpenoid biasanya dijumpai pada sitoplasma dari sel tumbuhan sehingga senyawa ini umumnya larut dalam lemak. Salah satu kegunaan dari terpenoid ini ialah dapat dijadikan sebagai bahan obat. Selain itu terpenoid juga dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain (pesaingnya) dan bisa juga dimanfaatkan sebagai insektisida untuk hewan tingkat tinggi (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

Steroid merupakan terpenoid lipidyang memiliki empat cincin yang menyatu. Steroid ini memiliki struktur senyawa yang beragam dialam. Keragaman struktur tersebut akibat dari adanya gugus fungsi yang teroksidasi yang terdapat pada cincin karbonnya. Dalam tubuh manusia steroid berperan menjaga keseimbangan garam dan mengendalikan metabolisme tubuh. Steroid dapat dibedakan menjadi steroid alami dan buatan berdasarkan sumbernya. Steroid ini dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit kelebihan atau kekurangan hormon, radang sendi dan alergi (Nasrudin, Wahyono, Mustofa, & Susidarti, 2017)  

Minyak atsiri merupakan salah satu senyawa dalam golongan senyawa terpenoid, dimana pada tumbuhan berfungsi sebagai pemberi aroma khas pada tumbuhan. Pada tumbuhan steroid dapat menghambat penuaan daun sehingga tidak cepat gugur dari pohon. Steroid ini juga ada yang berasal dari hewan dimana biasanya ditemukan dalam bentuk hormon. Pada hewan senyawa steroid ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan hewan. Steroid banyak pula ditemukan pada tumbuhan, baik tumbuhan tingkat tinggi maupun tumbuhan tingkat rendah. Secara umum steroid ditemukan pada tumbuhan dalam bentuk sterol (Suryelita, Etika, & Kurnia, 2017).

Terpenoid merupakan salah satu senyawa bahan alam yang sangat mudah untuk ditemui, dan jenisnya yang sangat beragam. Terpenoid ini memiliki struktur linear dan polisiklik. Nama terpenoid berasal dari senyawa pertama dari kelompok ini hasil isolasi dari minyak terpentin, yang mana senyawa ini berasal dari destilat dari resin pohon seperti pinus. Ektraksi untuk senyawa terpenoid biasanya menggunakan pelarut eter, kloroform atau bisa juga menggunakan n-heksana. Selain itu pemisahan juga dapat dilakukan menggunakan teknik kromatografi (Ilyas, 2013).

Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa terpen yang merupakan senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan. Sebutan lain untuk terpenoid ialah isoprenoid. Hal ini karena terpenoid memiliki kerangka yang sama dengan senyawa isopren (C5H8). Struktur dari senyawa terpenoid sendiri merupakan gabungan dari beberapa unit isopren yang mana dapat berupa rantai terbuka atau tertutup (siklik). Dalam strukturnya dapat mengandung gugus karbonil, gugus hidroksi atau ikatan rangkap (Heliawati, 2018).

 

V.      Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Erlenmeyer 250 ml

Pereaksi Dragendorf

Gelas Kimia 200 ml

Pereaksi meyer

Corong gelas

Shinoda

Gelas ukur

Kloroform

Plat tetes

Etanol

Pipet tetes

Metanol

lumpang

Pereaksi wagner

Tabung reaksi 20 buah

heksan

 

NaOH padatan

 

Iodine

 

Brusin

 

KI

 

VI.    Prosedur Kerja

·    Pertama-tama, dimasukan 5 gr simplisia tumbuhan kering yang telah dirajang halus kedalam erlenmeyer 250 ml

·   Ditambahkan 25 ml etanol kemudian diaduk-aduk, lalu dipanaskan menggunakan penangas lebih kurang 10 menit

·   Lalu larutan disaring dalam keadaan panas, filtrat hasil penyaringan diuapkan pelarutnya menggunakan rotary evaporator sehingga nantinya didapat ekstrak pekat etanol

·       Ditriturasi ekstrak pekat etanol tersebut dengan sedikit eter, beberapa tetes larutan eter tersebut ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes lalu dibiarkan kering

·    Lalu ditambahkan 2-3 tetes anhidrida asam asetat, diaduk dan secara hati hati ditambahkan 1 tetes asam sulfat pekat lalu amati perubahan warna yang terjadi

·  Jika timbul warna merah atau merah ungu maka kemungkinan ekstrak mengandung triterpenoida, namun jika mengandung steroida maka akan timbul warna hijau

·     Dicek reaksi dengan mencoba hanya menambahkan asam sulfat pekat kedalam lobang plat tetes satu lagi, diamati warna yang terbentuk

·   Jika warna yang timbul sama seperti warna sebelumnya berarti ekstrak tersebut tidak menganduk terpenoida tetapi mengandung senyawa lain yang dapat bereaksi dengan asam sulfat pekat.

Link video :

 VIDEO PERCOBAAN ISOLASI STEROID & TERPENOID

Pertanyaan :

1.      Apakah pelarut yang digunakan pada percobaan ini yaitu etanol dapat diganti dengan pelarut lain, jika bisa berikan contoh pelarutnya ?

2.      Mengapa proses penguapan pelarut menggunakan rotary evaporator ?

3.      Apakah fungsi ditambahkannya senyawa anhidrida asam asetat pada percobaan ini ?

Komentar

  1. Baik lah saya akan mencoba menjawab selain etanol pelarut lain yang bisa kita gunakan yaitu,klorofrom,dan juga bisa menggunakan n-heksana,dan bisa jugo menggunakan eter

    BalasHapus
  2. Saya adinda putri Nim A1C118008 ,akan menjawab permasalahan no 2 dimana jika masih terdapat air dalam minyak Atsiri perlu dipekatkan lagi menggunakan evaporasi yang bertujuan agar air didapatkan minyak Atsiri murni yang bebas dari pelarut.
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. saya susilawati 091 akan menjawab permasalahan no 3. Asetat anhidrid merupakan salah satu produk dari industri penyedia bahan baku pembantu. ... Kegunaan asam asetat anhidrid sebagai pelarut senyawa organik, fungisida dan bakterisida, berperan dalam proses asetilasi, pembuatan aspirin dan pembuatan acetylmorphine.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM

JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT