JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)
JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
“PEMBUATAN
SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)”
NAMA
: ERIK
SURYA KURNIAWAN
NIM
: A1C118027
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
Percobaan
3
I.
Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Asetil
Salisilat (Aspirin)
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 22 Oktober 2020
III.
Tujuan :
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk
memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat
dan asam asetat anhidrat
2. Untuk
Mengetahui dan memahami jenis reaksi pembuatan asam asetul salisilat.
IV. Landasan
Teori
Asam salisilat memiliki dua gugus fungsi yaitu
gugus fungsi karboksil dan gugus fungsi hidroksil yang menyebabkan asam ini
disebut sebagai senyawa bifungsional. Oleh karena itu, asam salisilat ini dapat
berfungsi sebagai asam benzoat dan sebagai fenol. Asam ini dapat mengalami
reaksi esterifikasi ketika direaksikan dengan anhidrida asam yang mana nantinya
akan dihasilkan produk berupa aspirin. Asam salisilat juga dapat mengalami
reaksi esterifikasi bersama dengan metanol untuk membentuk ester metil
salisilat (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).
Suatu
reaksi dimana gugus asetil akan masuk kedaam subrat yang sesuai dinamakan
reaksi asetiasi. Dimana aspirin/asam asetil salisilat dapat diperoleh dengan
cara asetilasi dari senyawa fenol berupa asam salisilat dengan menggunakan
anhidrida asetat dibantu dengan katalis asam sulfat pekat. Dalam hal ini asam
salisilat berfungsi sebagai alkohol dan reaksi ini berlangsung pada gugus
hidrokso yang terdapat dalam asam salisilat
Dalam
proses asetilasi terjadi pergantian dari H dalam gugus –OH dari asam salisilat yang
akan digantikan dengan gugus asetil dari asam asetil anhidrat. Proses ini bergantung pada proses pemisahan dari ikatan –OH dalam asam asetilasi. Aspirin
dapat diperoleh dengan dari proses esterifikasi dari asam salisilat
Dalam
penggunaannya asam asetil salisilat dapat digunakan sebagai analgesik
antipiretik yang mana asam asetil salisilat ini akan menghambat prostagladin
yang terbentuk dari proses metabolisme asam arakidonat. Asam asetil salisilat
ini juga memiliki efek samping yang cukup berbahaya yaitu akan berdampak pada
pernafasan dan juga dapat menyebabkan pendarahan hebat dalam lambung
Pemisahan
bahan padat berupa kristal dari suatu larutan ataupun suatu lelehan disebut
sebagai proses kristalisasi. Proses kristalisasi ini dapat juga digunakan untuk
memurnikan bahan padat berupa kristal (rekristalisasi). Saat larutan dijenuhkan dalam keadaan panas kemudian larutan tersebut didinginkan, zat terlarut
didalam larutan tersebut perlahan mengendap dan akan membentuk kristal
murni
V. Alat
dan Bahan
|
Alat |
Bahan |
|
Erlenmeyer
(100 ml) |
Asam
Salisilat |
|
Batang
Pengaduk |
Ferriklorida |
|
Gelas
Kimia (500 ml) |
Anhidrida
Asam |
|
Pipet
Tetes |
Piridin |
|
Corong
Buchner |
Asam
Sulfat Pekat |
|
|
Asetil
Klorida |
VI. Prosedur
Kerja
· Pertama-tama, dilarutkan 10 gr asam
salisilat dalam 7 ml piridin didalam erlenmeyer berukuran 100 ml
· Kedalam erlenmeyer tersebut kemudian ditambahkan
7,5 ml asetil klorida dengan cara tetes demi tetes sambil erlenmeyer dikocok,
karena reaksi yang terjadi eksoterm maka erlenmeyer harus selalu berada dalam
air es/dingin agar suhunya tetap berada dibawah 50oC.
· Hasil dari pencampuran tersebut kemudian
direfluks selama 5 menit agar hasil lebih sempurna.
· Dituangkan hasil larutan yang telah
direfluk secara perlahan kedalam gelas piala yang berisi 300 ml air dingin,
diaduk agar kristal aspirin yang didapatkan berwarna putih.
· Disaring kristal tersebut kemudian dicuci
dengan menggunakan air dingin, hasil kristal dikeringkan dan diuji titik
lelehnya.
· Apabila kristal yang didapatkan belum
dalam keadaan murni maka dilakukan rekristalisasi dengan melarutkan kristal
aspirin kedalam campuran air dengan asam asetat (1:1)
· Karbon aktif dapat ditambahkan untuk
menghilangkan warna pada kristal, larutan disaring dalam keadaan panas.
·
Kristal aspirin yang didapatkan dapat
dikristalkan kembali dalam benzena untuk mendapatkan bentuk krista yang lebih
bagus
·
Dikeringkan kristal aspirin dan diuji
titik leleh aspirin.
Link video :
Pertanyaan :
1. Dalam
percobaan ini apakah fungsi dari penambahan piridin ?
2. Apakah
kegunaan ditambahkannya Asetil klorida dalam percobaan ini ?
3. Mengapa
digunakan campuran asam asetat dan air (1:1) dalam proses rekristalisasi dari
kristal aspirin ?

Assalamualaikum wr wb. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Air tidak cocok sebagai pelarut untuk kristalisasi karena aspirin akan terhidrolisis sebagian dengan pemanasan dalam air. Sehingga digunakan campuran asam asetat dan air (1:1) dalak proses rekristalisasi, karena asam asetat anhidrat tidak mengandung air dan dengan mudah menyerap air sehingga dapat mencegah atau menghindari terjadinya hidrolisis aspirin menjadi salisilat dan asetat oleh air. Sehingga dapat diperoleh aspirin yang lebih murni. Terima kasih
BalasHapusSaya Lutfi Praidha Amyarsita dengan NIM A1C118015 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Piridin disini ditambahkan berfungsi sebagai katalis untuk reaksi antara asam salisilat dengan asetil klorida.
BalasHapusBaiklah saya Mashita A1C118083 akan mencoba menjawab permasalahan no. 2
BalasHapusFungsi digunakannya asetil klorida dalam percobaan ini adalah untuk mencegah adanya air, sebab bila terdapat air maka kristal aspirin akan terurai kembali menjadi asam salisilat.
Terimakasih.