JURNAL PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”

 

NAMA    :    ERIK SURYA KURNIAWAN

NIM         :    A1C118027

 

DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



Percobaan 1

I.          Judul                 :  Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat

II.       Hari/Tanggal     :  Kamis/ 08 Oktober 2020

III.     Tujuan               :

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Untuk mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik

2.      Untuk memahami dan mengetahui sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi.

 

IV.    Landasan Teori

Senyawa aromatik dapat diartikan sebagai senyawa yang memiliki sifat yang mirip dengan sifat dari benzena. Reaksi yang terjadi pada senyawa hidrokarbon aromatik biasanya merupakan reaksi substitusi elektrofilik. Benzena (C6H6) merupakan jenis senyawa aromatik yang dapat mengalami beberapa reaksi substitusi seperti reaksi sulfonasi  membentuk asam benzensulfonat, reaksi nitrasi membentuk senyawa nitrobenzen, dan  reaksi halogenasi yang membentuk bromobenzena. Toulena, fenol dan benzoat merupakan beberapa contoh dari senyawa turunan benzena (Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2019).

Secara spesifik, suatu reagen yang bereaksi dengan cincin aromatik dari benzena dan turunannya adalah elektrofil. Telah diketahui bagaimana suatu reagen elektrofilik bereaksi dengan alkena. Reagen elektrofilik tersebut masuk kedalam gugus alkena. Reaksinya akan berbeda ketika elekrofilik direaksikan dengan senyawa aromatik. Pergantian (substitusi) dapat diamati ketika terjadi penambahan dalam senyawa aromatik. Jika senyawa aromatik dimisalkan dengan rumus ArH, dimana Ar merupakan sebuah grup aryl, sebagian elektrofilik dari reagen akan menggantikan satu dari hidrogen pada cincin (Carey, 2000).

Terdapat beberapa perbedaan antara reaksi subtitusi elektrofilik yang terjadi pada senyawa aromatik dengan alkena. Salah satunya ialah cincin dari senyawa aromatik kurang reaktif terhadap elektrofil dibandingkan dengan alkena. Hal ini dikarenakan reaksi elektrofil dengan cincin benzen memiliki energi aktivasi relatif tinggi dan sedikit lambat. Perbedaan lain antara reaksi adisi alkena dan reaksi substitusi aromatik pada tahap setelah elektrofil masuk dalam gugus benzen dan pembentukan zat antara karbokation (Murry, 2007).

  Asam pikrat yang memiliki nama IUPAC 2,4,6-Trinitrophenol (TNP) ialah salah satu asam kuat yang terdapat dialam. Asam pikrat memiliki nilai pKa 0,38 dan bersifat larut jika dimasukan kedalam air. Asam pikrat dapat bereaksi dengan glukosa dalam keadaan basa yang akan membentuk asam glukonat dan asam pikramat. Hal ini berarti bahwa asam pikrat mampu mengisolasi karbohidrat ataupun gelatin (Suseno dan Roswen, 2018).

Senyawa fenol ialah salah satu jenis aromatik yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil. Fenol (C65OH) merupakan struktur dasar dari golongan senyawa ini dimana cincin aromatik yang dimaksud ialah cincin benzena. Senyawa fenolik merupakan hasil metabolisme sekunder dari tumbuhan yang memiliki fungsi pada pertahanan, perkembangan dan pertumbuhan dari tanaman tersebut (Prasiddha, dkk, 2016).

 

V.      Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Labu Dasar Datar (1 Liter)

8 gr Fenol

Corong Buchner

10 ml Asam Sulfat pekat

Corong Ø 7 cm

30 ml Asam Nitrat pekat

Balok Kayu (10x10x3 cm2)

 

Gelas Piala (200 ml)

 

 

VI.    Prosedur Kerja

·         Pertama-tama, 8 gr fenol dimasukkan kedalam labu dasar datar yang memiliki ukuran 1 Liter

·         Kemudian ditambahkan dengan 10 ml asam sulfat pekat, lalu labu dikocok hingga labu terasa panas

·         Labu tersebut kemudian dipanaskan selama 30 menit diatas penangas air, lalu didinginkan dengan menggunakan air es

·         Labu kemudian ditaruh didalam lemari asam dengan alas balok kayu

·         Kemudian ditambahkan 30 ml asam nitrat pekat, labu dikocok beberapa menit kemudian diamkan

·         Akan terjadi reaksi dan timbul uap berwarna coklat dari labu tersebut

·         Selanjutnya labu dipanaskan kembali dalam penangas sambil dikocok selama 1,5 jam

·         Ditambahkan air sebanyak 100 ml ketika pemanasan telah sempurna, lalu labu didinginkan dalam air es

·         Kristal yang terbentuk didalam labu kemudian disaring menggunakan corong buchner, hasil saringan dicuci untuk menghilangkan asam anorganik dengan menggunakan air

·         Kristal asam pikrat yang didapat kemudian dikristalkan kembali dalam 90 ml larutan campuran etanol dan air dengan perbandingan (1:2), lalu diuapkan

·         Kemudian dinginkan larutan tersebut sehingga didapat kristal asam pikrat berwarna

·         Selanjutnya diuji titik lelehnya 

 Video percobaan mengenai pembuatan asam pikrat dapat dilihat melalui link berikut :

Video Pembuatan Asam Pikrat

Pertanyaan :

1. Apa fungsi pemanasan selama 1,5 jam ?

2. Apa yang menandakan bahwa pemanasan telah sempurna ?

3. Mengapa asam pikrat direkristalisasi kembali menggunakan etanol ?

Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Asam pikrat direkristalisai kembali menggunakan etanol karena etanol berfungsi sebagai pencuci endapan asam pikrat dari zat pengotornya, sehingga produk asam pikrat yang dihasilkan lebih murni. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Lutfi Praidha dengan NIM A1C118015 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Penanda suatu pemanasan telah sempurna ialah saat uap atau gas NO2 telah hilang. jadi saat pemanasan sudah sampai menghilangan uap NO2 itu maka pemanasan sudah bisa dihentikan.

    BalasHapus
  3. Baik lah saya Palma Larisyah Lubis akan mencoba menjawab permasalahan no 1 dimana fungsi pemansan 1,5 jam itu untuk pembentukan larutan menjadi warna orange.Terimaksih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM

JURNAL PERCOBAAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT